|
Kisah Sukses PAMAN Membangun Usaha |
| Print | |
E-mail |
|
Written by prakarsa team
|
|
Desa Garu terletak di Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Seperti desa pada umunya, penduduknya menghabiskan waktu di sawah sebagai petani. Kalau musim tanam sudah selesai, mereka kerja serabutan. Ada yang beternak ada yang berdagang untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya. Namun, ada beberapa warganya yang tidak tinggal diam untuk terus meningkatkan kesejahteraannya. Mereka tergabung dalam Paguyuban Mandiri dan Koperasi Langgeng. |
|
Read more...
|
|
PEMILU 2009: Memilih Kepada Yang Berpihak |
| Print | |
E-mail |
|
Written by prakarsa team
|
|
Geliat pemilu 2009 sudah semakin terasa di komunitas yang ada di desa-desa di Kabupaten Nganjuk. Bahkan ini dirasakan sejak pilkada di Kabupaten Nganjuk yang berlangsung bulan Nopember 2008 lalu. Tekanan itu kini semakin deras saja. Tidak hanya berupa janji caleg dan partai yang mengusung kesejahteraan rakyat kecil, tapi juga iming-iming program kepada mereka yang di desanya memiliki kelompok seperti koperasi, karang taruna, paguyuban petani dan sejenisnya. |
|
Read more...
|
|
Menuju Serikat: Membangun Aliansi dan Jaringan Antar Komunitas |
| Print | |
E-mail |
|
Written by prakarsa team
|
|
Upaya untuk terus menerus mengembangkan tatanan yang lebih adil melalui penguatan organisasi rakyat akan lebih strategis dengan membangun jaringan antar kelompok-kelompok masyarakat. Diharapkan mereka akan dapat saling belajar dan bersinergi dalam membangun organisasinya. Dengan berhimpun kita menjadi kuat.
|
|
Read more...
|
|
PAMAN dan Koperasi Langgeng: Memupuk Kembali Gotong Royong dalam Membangun Desa |
| Print | |
E-mail |
|
Written by prakarsa team
|
|
Desa Garu Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk terdiri dari tiga dusun, Dusun Garu, Dusun Karang Tengah, Dusun Tampungan. Profesi sebagian besar penduduknya adalah petani. Proses politik di desa melalui pemilihan kepala desa beberapa tahun yang lalu, membuat mereka tidak lagi guyub dan berpartisipasi dalam pembangunan desa. Justru menjadikan mereka acuh tak acuh. Rendahnya, keguyuban ini juga dikarenakan situasi ekonomi mereka yang sulit dalam hal pertanian, memaksa mereka untuk individualistik dalam melakukan usaha. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 4 of 10 |